
Move on setelah mengalami perpisahan atau kegagalan dalam hubungan bisa terasa sangat sulit. Rasa sakit hati, kekecewaan, dan kehilangan mungkin datang begitu mendalam, dan seringkali membuat kita meragukan diri sendiri. Terlebih lagi, kita bisa merasa seolah-olah tidak ada yang lebih baik dari hubungan yang telah berakhir itu. Dalam proses move on, penting untuk tidak hanya fokus pada menghapus perasaan tersebut, tetapi juga untuk menjaga agar rasa percaya diri tetap utuh. Jadi, bagaimana sih cara move on tanpa kehilangan rasa percaya diri? Yuk, kita bahas bersama!
Terima Perasaanmu, Jangan Menekan
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam proses move on adalah menerima perasaanmu. Jangan merasa harus segera “baik-baik saja” atau berpura-pura tidak merasa apa-apa. Rasa sakit, kecewa, atau bahkan marah adalah bagian dari proses penyembuhan. Menekan perasaan hanya akan membuatnya semakin menumpuk dan akhirnya meledak di waktu yang tidak tepat.
Berikan dirimu izin untuk merasakan apa yang kamu rasakan. Jangan merasa malu atau takut untuk menangis, berbicara dengan teman, atau sekadar merenung. Mengakui perasaan ini adalah langkah pertama dalam menjaga kesehatan emosionalmu dan juga langkah pertama dalam menjaga rasa percaya diri. Ingat, perasaanmu valid, dan kamu berhak untuk merasakannya.
Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Sering kali, saat kita berada dalam proses move on, kita mulai menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang terjadi dalam hubungan. “Apa yang salah dengan aku?” atau “Mungkin aku bukan orang yang cukup baik” adalah pertanyaan yang sering muncul. Namun, move on dengan sehat berarti tidak membawa beban rasa bersalah yang tidak perlu.
Perpisahan atau kegagalan dalam hubungan bukanlah cerminan dari siapa kamu sebenarnya. Bisa jadi ada banyak faktor yang menyebabkan hubungan tersebut berakhir, dan tidak semuanya berkaitan dengan kesalahanmu. Jangan biarkan kegagalan tersebut membuatmu meragukan kualitas dirimu. Kamu lebih dari sekadar hubungan yang berakhir. Kamu berhak merasa baik tentang dirimu sendiri, tanpa tergantung pada orang lain untuk memberi validasi.
Fokus pada Diri Sendiri dan Pengembangan Pribadi
Salah satu cara terbaik untuk menjaga rasa percaya diri saat move on adalah dengan fokus pada diri sendiri. Alihkan perhatianmu dari apa yang telah hilang, dan alihkan energi untuk hal-hal yang bisa membuatmu lebih baik sebagai individu. Mungkin ini saat yang tepat untuk mengejar hobi baru, meningkatkan keterampilan, atau memulai rutinitas olahraga yang sehat. Aktivitas yang membangun dirimu akan memberimu rasa pencapaian dan kembali mengingatkanmu bahwa kamu punya banyak hal berharga untuk ditawarkan.
Saat kamu mulai tumbuh dan berkembang sebagai pribadi, kamu akan menyadari bahwa kamu tidak bergantung pada hubungan untuk merasa bahagia atau percaya diri. Kamu adalah individu yang utuh dengan atau tanpa pasangan. Ini adalah cara terbaik untuk menjaga dan meningkatkan rasa percaya dirimu.
Jangan Bandingkan Dirimu dengan Pasangan yang Baru
Kadang, ketika sedang dalam proses move on, kita merasa iri atau cemas melihat pasangan yang baru dari mantan kita. Kita mungkin mulai membandingkan diri kita dengan orang baru tersebut dan berpikir, “Apa yang kurang dari aku?” Tapi, membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menggerogoti rasa percaya diri.
Ingat, setiap orang punya perjalanan hidupnya sendiri. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi kita dalam kehidupan orang lain. Fokus pada keunikan dan kelebihanmu, dan berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain. Kamu punya banyak kualitas yang membuatmu istimewa, dan orang yang tepat akan datang pada waktunya. Bandingkan dirimu hanya dengan versi dirimu yang sebelumnya, dan lihat seberapa banyak kamu telah berkembang.
Kelilingi Diri dengan Orang-orang Positif
Lingkungan sekitar kita sangat mempengaruhi keadaan emosional kita, termasuk dalam proses move on. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang mendukung dan positif, yang bisa memberimu energi baik dan dorongan untuk bangkit. Teman-teman yang mengerti dan mendukungmu akan membuatmu merasa dihargai dan lebih percaya diri. Hindari lingkungan yang negatif atau orang-orang yang membuatmu merasa lebih buruk tentang diri sendiri.
Jika perlu, beri waktu untuk diri sendiri untuk menjauh dari media sosial atau tempat-tempat yang membuatmu teringat pada masa lalu. Fokus pada hubungan yang sehat dan membangun dengan orang-orang yang peduli padamu.
Beri Waktu untuk Dirimu
Proses move on itu tidak bisa dipaksakan. Berikan dirimu waktu untuk pulih. Tidak ada yang bisa memaksamu untuk segera “sembuh” dari rasa sakit. Setiap orang punya waktu yang berbeda-beda dalam mengatasi perasaan setelah perpisahan. Bersabarlah dengan dirimu sendiri dan jangan merasa tertekan untuk cepat-cepat melupakan segalanya.
Waktu adalah penyembuh terbaik, dan seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu akan berkurang. Jangan terburu-buru untuk berpindah ke hubungan baru hanya untuk melupakan masa lalu. Fokus pada pemulihan dan menikmati proses tersebut.
Move on memang tidak mudah, tetapi itu adalah langkah yang perlu diambil untuk melangkah maju. Yang paling penting adalah menjaga rasa percaya diri selama proses itu. Ingat, perpisahan bukan cerminan dari siapa kamu, dan kamu memiliki banyak kualitas yang membuatmu istimewa. Fokuslah pada pengembangan diri, kelilingi dirimu dengan orang-orang yang mendukung, dan beri waktu pada dirimu untuk sembuh. Dalam waktu yang tepat, kamu akan siap untuk membuka hati lagi, dan kali ini, lebih kuat dan lebih percaya diri dari sebelumnya.




