
Masa PDKT itu biasanya terasa manis. Ada perasaan deg-degan setiap kali notifikasi chat masuk, ada semangat baru tiap mau ketemu, bahkan hal-hal kecil terasa istimewa. Tapi justru karena terlalu terbuai suasana indah itu, banyak orang jadi nggak sadar sama tanda-tanda bahaya alias red flag yang sebenarnya sudah kelihatan sejak awal. Padahal, kalau red flag ini diabaikan, hubungan yang tadinya manis bisa berubah jadi penuh drama. Nah, biar lebih waspada, yuk kita bahas red flag yang sering banget terlewat saat PDKT.
Komunikasi yang Nggak Konsisten
Awalnya rajin banget nge-chat, tiba-tiba hilang berhari-hari tanpa kabar. Atau hanya muncul kalau lagi butuh sesuatu. Banyak orang menganggap ini wajar dengan alasan “mungkin dia sibuk.” Padahal, komunikasi yang nggak konsisten bisa jadi tanda dia sebenarnya nggak serius. Kalau dari awal sudah sulit memberikan waktu dan perhatian, gimana nanti setelah hubungan berjalan? Hubungan yang sehat butuh komunikasi yang stabil, bukan hadir-hilang seenaknya.
Terlalu Banyak Janji Manis tapi Minim Aksi
Kalau lagi PDKT, janji-janji manis itu kayak makanan sehari-hari. “Aku bakal selalu ada buat kamu,” atau “Tenang aja, aku orangnya setia.” Kedengarannya enak banget, tapi coba perhatikan: apakah ucapannya sejalan dengan tindakannya? Kalau banyak janji tapi jarang ada bukti, itu red flag. Jangan sampai kamu terjebak dalam kata-kata manis yang ternyata cuma bualan.
Nggak Menghargai Batasanmu
Salah satu tanda bahaya terbesar adalah ketika seseorang nggak menghormati batas yang kamu buat. Misalnya, kamu bilang belum nyaman untuk hal tertentu, tapi dia tetap memaksa. Atau kamu minta waktu sendiri, tapi dia malah marah dan menuduh macam-macam. Kalau dari awal dia sudah nggak bisa menghargai batasan, besar kemungkinan hubungan ke depan akan penuh dengan kontrol berlebihan.
Sering Membicarakan Mantan dengan Nada Negatif
Wajar kalau kadang mantan terbawa dalam obrolan. Tapi kalau setiap ngobrol selalu kembali ke cerita mantan—apalagi dengan nada penuh kebencian atau drama—itu tanda yang harus diperhatikan. Bisa jadi dia belum selesai dengan masa lalunya. Kalau dia masih sibuk membenci atau membandingkan, kemungkinan besar dia belum siap benar-benar membuka hati untuk hubungan baru.
Terlalu Cepat Terobsesi
PDKT yang sehat butuh waktu untuk saling mengenal. Tapi kalau baru kenal sebentar dia sudah ngomong “aku nggak bisa hidup tanpa kamu” atau langsung ngajak komitmen besar, hati-hati. Ini bisa jadi tanda ketergantungan emosional, bukan cinta. Obsesi yang terlalu cepat biasanya nggak bertahan lama dan sering berujung pada hubungan yang nggak sehat.
Suka Meremehkan atau Menjatuhkan
Red flag lain yang sering diabaikan adalah kebiasaan meremehkan. Mungkin awalnya kamu anggap bercanda, tapi kalau candaan itu sering bikin kamu nggak nyaman atau menurunkan rasa percaya dirimu, itu tanda bahaya. Pasangan yang baik seharusnya mengangkatmu, bukan menjatuhkanmu. Kalau di fase PDKT saja dia sudah meremehkan, bayangkan seperti apa nanti saat hubungan semakin dalam.
PDKT memang masa paling seru dan penuh harapan, tapi jangan sampai euforia bikin kita buta terhadap tanda-tanda bahaya. Komunikasi yang nggak konsisten, janji tanpa bukti, nggak menghargai batasan, terlalu sering bahas mantan, obsesi berlebihan, dan sikap meremehkan adalah red flag yang nggak boleh disepelekan. Ingat, lebih baik berhenti di awal daripada menyesal di tengah jalan. PDKT itu bukan sekadar mencari perhatian, tapi mencari tahu apakah orang itu benar-benar layak untuk dibawa ke tahap yang lebih serius. Jadi, jangan takut untuk jujur pada diri sendiri: apakah dia benar-benar orang yang tepat, atau hanya sekadar pengisi waktu?





